Home
make money online
make money online
  
<br />
<b>Warning</b>:  include(/home/bledaone/public_html/haryoonline.com/wp-content/themes/make-money-gold/template-alt.php) [<a href='function.include'>function.include</a>]: failed to open stream: No such file or directory in <b>/home/bledaone/public_html/haryoonline.com/wp-content/themes/make-money-gold/single.php</b> on line <b>7</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  include() [<a href='function.include'>function.include</a>]: Failed opening '/home/bledaone/public_html/haryoonline.com/wp-content/themes/make-money-gold/template-alt.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in <b>/home/bledaone/public_html/haryoonline.com/wp-content/themes/make-money-gold/single.php</b> on line <b>7</b><br />

internet marketing

make money online

23

Jun

Etika Berbisnis Online

Anda berminat berbisnis online, spesifiknya : menjadi seorang internet marketer?

Ingin menjual produk Anda di internet, entah itu software, buku, pakaian, kendaraan, properti atau lain sebagainya? Bagus! 9 dari 10 pintu rezeki itu memang dari berdagang.

Tapi sudahkah Anda menjalankan etika bisnis yang baik dan benar? Sudahkah Anda menjalankan proses bisnis yang lurus dalam perdangangan Anda? Jika belum, maka perbaikilah. Jika sudah, tingkatkanlah.

Berikut sebuah artikel yang insyaaAllah isinya bagus sekali untuk diaplikasikan dalam kehidupan bisnis Anda. Terutama Anda, para internet marketer, para pebisnis online. Intinya, menerangkan tentang 6 prinsip perdagangan (termasuk internet marketing & bisnis online) yang harus dipenuhi dalam berbisnis.

Yang secara ringkas adalah:

  • Jujur
  • Tanggungjawab
  • Tidak Menipu
  • Menepati Janji
  • Murah Hati
  • Tidak Melupakan Hari Akhir

Selamat membaca, merenungi dan menjalankannya!

Catatan: artikel berikut ini saya turunkan sesuai dengan tuntunan agama saya, agama Islam. Tapi jangan khawatir bagi Anda yang beragama non-muslim, sebab artikel ini bersifat universal. Prinsip-prinsipnya berlaku untuk kita semua, terlepas dari apa agama yang Anda anut :)

Etika Pedagang Muslim

Islam memang menghalalkan usaha perdagangan, perniagaan dan atau jual  beli. Namun tentu saja untuk orang yang menjalankan usaha perdagangan  secara Islam, dituntut menggunakan tata cara khusus, ada aturan mainnya yang mengatur bagaimana seharusnya seorang Muslim berusaha di  bidang perdagangan agar mendapatkan berkah dan ridha Allah SWT di  dunia dan akhirat.

Aturan main perdagangan Islam, menjelaskan berbagai etika yang harus dilakukan oleh para pedagang Muslim dalam melaksanakan jual beli. Dan  diharapkan dengan menggunakan dan mematuhi etika perdagangan Islam tersebut, suatu usaha perdagangan dan seorang Muslim akan maju dan  berkembang pesat lantaran selalu mendapat berkah Allah SWT di dunia  dan di akhirat. Etika perdagangan Islam menjamin, baik pedagang maupun pembeli, masing-masing akan saling mendapat keuntungan.

Adapun etika perdagangan Islam tersebut antara lain:

1. Shidiq (Jujur)

Seorang pedagang wajib berlaku jujur dalam melakukan usaha jual beli.  Jujur dalam arti luas. Tidak berbohong, tidak menipu, tidak mengada-ngada fakta, tidak bekhianat, serta tidak pernah ingkar janji dan lain sebagainya. Mengapa harus jujur? Karena berbagai tindakan  tidak jujur selain merupakan perbuatan yang jelas-jelas berdosa, –jika
biasa dilakukan dalam berdagang– juga akan mewarnal dan berpengaruh negatif kepada kehidupan pribadi dan keluarga pedagang itu sendiri.

Bahkan lebih jauh lagi, sikap dan tindakan yang seperti itu akan mewarnai dan mempengaruhi kehidupan bermasyarakat.

Dalam Al Qur’an, keharusan bersikap jujur dalam berdagang, berniaga dan atau jual beli, sudah diterangkan dengan sangat jelas dan tegas  yang antara lain kejujuran tersebu –di beberapa ayat– dihuhungkan dengan pelaksanaan timbangan, sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil”. (Q.S Al An’aam(6): 152)

Firman Allah SWT:

“Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah  kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela
di muka bumi ini dengan membuat kerusakan.”
(Q.S AsySyu’araa(26): 181-183)

“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. ItuIah yang lebih utama (bagimu) dan lebih  baik akibatnya.” (Q.S Al lsraa(17): 35)

“Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (Q.S Ar Rahmaan(55): 9)

Dengan hanya menyimak ketiga ayat tersebut di atas, maka kita sudah dapat mengambil kesimpulan bahwa; sesungguhnya Allah SWT telah  menganjurkan kepada seluruh ummat manusia pada umumnya, dan kepada
para pedagang khususnya untuk berlaku jujur dalam menimbang, menakar dan mengukur barang dagangan. Penyimpangan dalam menimbang, menakar  dan mengukur yang merupakan wujud kecurangan dalam perdagangan,
sekalipun tidak begitu nampak kerugian dan kerusakan yang diakibatkannya pada manusia ketimbang tindak kejahatan yang lehih  besar lagi seperti; perampokan, perampasan, pencu rian, korupsi, manipulasi, pemalsuan dan yang lainnya, nyatanya tetap diharamkan oleh  Allah SWT dan Rasul-Nya. Mengapa?

Jawabnya adalah; karena kebiasaan melakukan kecurangan menimbang, menakar dan mengukur dalam dunia
perdagangan, akan menjadi cikal baka! dari bentuk kejahatan lain yang jauh lebih besar. Sehingga nampak pula bahwa adanya pengharaman serta  larangan dari Islam tersebut, merupakan pencerminan dan sikap dan tindakan yang begitu bijak yakni, pencegahan sejak dini dari setiap  bentuk kejahatan manusia yang akan merugikan manusia itu sendiri.

Di samping itu, tindak penyimpangan dan atau kecurangan menimbang, menakar dan mengukur dalam dunia perdagangan, merupakan suatu  perbuatan yang sangat keji dan culas, lantaran tindak kejahatan tersebut bersembunyi pada hukum dagang yang telah disahkan baik oleh  pemerintah maupun masyarakat, atau mengatasnamakan jua! beli atas  dasar suka sama suka, yang juga telah disahkan oleh agama.

Jika penampokan, pencurian, pemerasan, perampasan, –sudah jelas– merupakan tindakan memakan harta orang lain dengan cara batil, yang  dilakukan dengan jalan terang-terangan. Namun tindak penyimpangan dan atau kecurangan dalam menimbang, menakar dan mengukur barang dagangan,  merupakan kejahatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Sehingga para pedagang yang melakukan kecurangan tersebut, pada hakikatnya adalah juga pencuri, perampok dan perampas dan atau penjahat, hanya  mereka bersembunyi di balik lambang keadilan yakni, timbangan, takaran
dan ukuran yang mereka gunakan dalam perdagangan. Dengan demikian,  tidak ada bedanya! Mereka sama-sama penjahat. Maka alangkah kejinya  tindakan mereka itu. Sehingga wajar, jika Allah SWT dan Rasul-Nya mengharamkan perbuatan tersebut, dan wajar pula jika para pelakunya  diancam Allah SWT; akan menerima azab dan siksa yang pedih di akhirat  kelak, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al Qur’an:

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi,  dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka
mengurangi. Tidakkah orang-orang ini menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari  (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan Semesta Alam ini.”
(Q.S Al Muthaffifiin (83): 1-6)

Selain ancaman azab dan siksa di akhirat kelak –bagi orang-orang yang  melakukan berbagai bentuk penyimpangan dan kecurangan dalam menakar,  menimbang dan mengukur barang dagangan mereka–, sesungguhnya Al Qur’an juga telah menuturkan dengan jelas dan tegas kisah onang-orang Madyan  yang terpaksa harus menerima siksa dunia dari Allah SWT, lantaran  menolak peringatan dari Nabi mereka Syuaib AS.

“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka Syuaib. Ia berkata:”Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. (Q.S Al A’raaf(7): 85)

Firman Allah SWT:

“Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dia dengan Rahmat dari Kami, dan orang-orang  yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di temnpat tinggalnya.” (Q.S Hud(11): 94)

Kedua ayat tersebut di atas, hendaknya menjadi peringatan bagi kita,  bahwa ternyata perbuatan curang dalam menimbang, menakar dan mengukur  barang dagangan, sama sekali tidak memberikan keuntungan, kehahagiaan bagi para pelakunya, bahkan hanya menimbulkan murka Allah. Sedangkan azab dan siksa serta hukuman bagi para pelaku kejahatan tersebut,  nyatanya tidak selalu diturunkan Allah SWTI kelak dii akhirat saja, namun juga diturunkan di dunia.

Oleh sebab itu, Rasulullah SAW –dalam banyak haditsnya–, kerapkali  mengingatkan para pedagang untuk berlaku jujur dalam berdagang. Sabda Rasulullah SAW:

“Wahai para pedagang, hindarilah kebohongan”. (HR. Thabrani)

“Seutama-utama usaha dari seseorang adalah usaha para pedagang yang bila berbicara tidak berbohiong, bila dipercaya tidak berkhianat, bila  berjanji tidak ingkar, bila membeli tidak menyesal, bila menjual tidak mengada -gada, bila mempunyai kewajiban tidak menundanya dan bila  mempunyai hak tidak menyulitkan”. (HR. Ahmad, Thabrani dan Hakim)

“Pedagang dan pembeli keduanya boleh memilih selagi belum berpisah. Apabila keduanya jujur dan terang-terangan, maka jual belinya akan  diberkahi. Dan apabila keduanya tidak rnau berterus terang serta berbohong, maka jual belinya tidak diberkahi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW menegaskan pula, bahwa pedagang yang jujur dalam  melaksakan jual beli, di akhirat kelak akan ditempatkan di tempat yang  mulia. Suatu ketika akan bersama- sama para Nabi dan para Syahid. Suatu ketika di bawah Arsy, dan ketika lain akan berada di suatu  tempat yang tidak terhalang baginya masuk ke dalam surga.

Sabda Rasulullah SAW:

“Pedagang yang jujur serta terpercaya (tempatnya) bersama para Nabi, orang-orang yang jujur, dan orang-orang yang mati Syahid pada hari  kiamat”. (HR. Bukhari, Hakim, Tirmidzi dan Ibnu Majjah)

“Pedagang yang jujur di bawah Arsy pada hari kiamat”. (HR. Al-Ashbihani)

“Pedagang yang jujur tidak terhalang dari pintu-pintu surga”. (HR.  Tirmidzi)

Allah Ta’ala berfirman (dalam hadits Qudsi):

“Aku yang ketiga (bersama) dua orang yang berserikat dalam usaha (dagang) selama yang seorang tidak berkhianat (curang) kepada yang  lainnya. Apabila berlaku curang, maka Aku keluar dari mereka.” (HR.  Abu Dawud)

“Sesama Muslim adalah saudara. Oleh karena itu seseorang tidak boleh  menjual barang yang ada cacatnya kepada saudaranya, namun ia tidak  menjelaskan cacat tersebut.” (HR. Ahmad dan lbnu Majaah)

“Tidak halal bagi seseorang menjual sesuatu barang dengan tidak  menerangkan (cacat) yang ada padanya, dan tidak halal bagi orang yang tahu (cacat) itu, tapi tidak menerangkannya.” (HR. Baihaqi)

“Sebaik-baik orang Mu`min itu ialah, mudah cara menjualnya, mudah cara  membelinya, mudah cara membayarnya dan mudah cara menagihnya.” (HR. Thabarani)

2. Amanah (Tanggungjawab)

Setiap pedagang harus bertanggung jawab atas usaha dan pekerjaan dan  atau jabatan sebagai pedagang yang telah dipilihnya tersebut. Tanggung  jawab di sini artinya, mau dan mampu menjaga amanah (kepercayaan) masyarakat yang memang secara otomatis terbeban di pundaknya.

Sudah kita singgung sebelumnya bahwa –dalam pandangan Islam– setiap  pekerjaan manusia adalah mulia. Berdagang, berniaga dan ataujual beli  juga merupakan suatu pekerjaan mulia, lantaran tugasnya antara lain memenuhi kebutuhan seluruh anggota masyarakat akan barang dan atau  jasa untuk kepentingan hidup dan kehidupannya.

Dengan demikian, kewajiban dan tanggungjawab para pedagang antara lain: menyediakan barang dan atau jasa kebutuhan masyarakat dengan  harga yang wajar, jumlah yang cukup serta kegunaan dan manfaat yang memadai. Dan oleh sebab itu, tindakan yang sangat dilarang oleh Islam  –sehubungan dengan adanya tugas, kewajiban dan tanggung jawab dan para  pedagang tersebut– adalah menimbun barang dagangan.

Menimbun barang dagangan dengan tujuan meningkatkan pemintaan dengan harga selangit sesuai keinginan penimbun barang, merupakan salah satu bentuk kecurangan dari para pedagang dalam rangka memperoleh keuntungan yang berlipat ganda.

Menimbun barang dagangan –terutama barangbarang kehutuhan pokok–  dilarang keras oleh Islam! Lantaran perbuatan tersebut hanya akan  menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Dan dalam prakteknya,  penimbunan barang kebutuhan pokok masyarakat oleh sementara pedagang  akan menimbulkan atau akan diikuti oleh berhagai hal yang  negatif seperti; harga-harga barang di pasar melonjak tak terkendali,  barang-barang tertentu sulit didapat, keseimbangan permintaan dan penawaran terganggu, munculnya para spekulan yang memanfaatkan kesempatan dengan mencari keuntungan di atas kesengsaraan masyarakat  dan lain sebagainya.

Ada banyak hadits Rasulullah yang menyinggung tentang penimbunan  barang dagangan, baik dalam bentuk peringatan, larangan maupun  ancaman, yang .ntara lain sebagai berikut:

Sabda Rasulullah (yang artinya):

“Allah tidak akan berbelas kasihan terhadap orang-orang yang tidak mempunyai belas kasihan terhadap orang lain.” (HR. Bukhari)

“Barangsiapa yang melakukan penimbunan terhadap makanan kaum Muslimin,  Allah akan menimpanya dengan kerugian atau akan terkena penyakit lepra.” (HR. Ahmad)

“Orang yang mendatangkan barang dagangan untuk dijual, selalu akan  memperoleh rejeki, dan orang yang menimbun barang dagangannya akan  dilaknat Allah.” (HR. lbnu Majjah)

“Barangsiapa yang menimbun makanan, maka ia adalah orang yang  berdosa.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

“Barangsiapa yang menimbun makanan selama 40 hari, maka ia akan lepas  dari tanggung jawab Allah dan Allah pun akan cuci tangan dari  perbuatannya.” (HR. Ahmad)

3. Tidak Menipu

Dalam suatu hadits dinyatakan, seburuk-buruk tempat adalah pasar. Hal ini lantaran pasar atau termpat di mana orang jual beli itu dianggap  sebagal sebuah tempat yang di dalamnya penuh dengan penipuan, sumpah  palsu, janji palsu, keserakahan, perselisihan dan keburukan tingkah polah manusia lainnya.

Sabda Rasulullah SAW:

“Sebaik-baik tempat adalah masjid, dan seburk-buruk tempat adalah pasar”. (HR. Thabrani)

“Siapa saja menipu, maka ia tidak termasuk golonganku”. (HR. Bukhari)

Setiap sumpah yang keluar dan mulut manusia harus dengan nama Allah.  Dan jika sudah dengan nama Allah, maka harus benar dan jujur. Jika  tidak henar, maka akibatnya sangatlah fatal.

Oleh sehab itu, Rasulululah SAW selalu memperingatkan kepada para  pedagang untuk tidak mengobral janji atau berpromosi secara berlebihan  yang cenderung mengada-ngada, semata-mata agar barang dagangannya laris terjual, lantaran jika seorang pedagang berani bersumpah palsu, akibat yang akan menimpa dirinya hanyalah kerugian.

Sabda Rasulullah SAW:

“Jangan bersumpah kecuali dengan nama Allah. Barangsiapa bersumpah dengan nama Allah, dia harus jujur (benar). Barangsiapa disumpah  dengan nama Allah ia harus rela (setuju). Jika tidak rela (tidak setuju), niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah.” (HR. lbnu Majaah dan Aththusi)

“Ada tiga kelompok orang yang kelak pada hari kiamat Allah tidak akan  berkata-kata, tidak akan melihat, tidak akanpula mensucikan mereka.  Bagi mereka azab yang pedih. Abu Dzarr berkata, “Rasulullah  mengulang-ulangi ucapannya itu, dan aku hertanya,” Siapakah mereka  itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang pakaiannya menyentuh  tanah karena kesombongannya, orang yang menyiarkan pemberiannya  (mempublikasikan kebaikannya), dan orang yang menjual dagangannya  dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim)

“Sumpah dengan maksud melariskan barang dagangan adalah penghapus  barokah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sumpah (janji) palsu menjadikan barang dagangan laris, (tetapi)  menghapus keberkahan”. (HR. Tirmidzi, Nasal dan Abu Dawud)

“Berhati-hatilah, jangan kamu bersumpah dalam penjualan. Itu memang  melariskan jualan tapi menghilangkan barokah (memusnahkan perdagangan).” (HR. Muslim)

Sementara itu, apa yang kita alami selama ini, jual beli, perdagangan  dan atau perniagaan di zaman sekarang –terutama di pasar-pasar bcbas–  tidak banyak lagi diketemukan orang yang mau memperhatikan etiket perdagangan Islam. Bahkan nyaris, setiap orang –penjual maupun  pembeli– tidak mampu lagi membedakan barang yang halal dan yang haram,  dimnana keadaan ini sesungguhnya sudah disinyalir akan terjadi oleh Rasulullah SAW, sebagaimana dinyatakan dalam haditsnya.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, bersabda: “Akan datang pada manusia  suatu zaman yang seseorang tidak memperhatikan apakah yang diambilnya  itu dan barang yang halal atau haram.” (HR. Bukhari)

Memang sangat disayangkan, mengapa hal seperti ini harus terjadi? Sementara tidak hanya sekali saja Rasulullah SAW memberi peringatan  kepada para pedagang untuk berbuat jujur, tidak menipu dalam berjual beli agar tidak merugikan orang lain. Sehagaimana pernyataan beberapa  hadits di bawah ini:

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah  seseorang menjual akan suatu barang yang telah dibeli oleh orang  lain”. (HR. Bukhari)

Dari lbnu Umar: Bahwa seorang laki-laki menyatakan pada Nabi SAW bahwa  ia tertipu ketika berjual heli. Maka Nabi menyatakan: “Jika engkau  berjualbeli maka katakanlah: Tidak boleh menipu”. (HR. Bukhari)

4. Menepati Janji

Seorang pedagang juga dituntut untuk selalu menepati janjinya, baik kepada para pembeli maupun di antara sesama pedagang, terlebih lagi  tentu saja, harus dapat menepati janjinya kepada Allah SWT.

Janji yang harus ditepati oleh para pedagang kepada para pembeli  misalnya; tepat waktu pengiriman, menyerahkan barang yang kwalitasnya,  kwantitasnya, warna, ukuran dan atau spesifikasinya sesuai dengan perjanjian semula, memberi layanan puma jual, garansi dan lain  sebagainya. Sedangkan janji yang harus ditepati kepada sesama para
pedagang misalnya; pembayaran dengan jumlah dan waktu yang tepat.

Sementara janji kepada Allah yang harus ditepati oleh para pedagang  Muslim misalnya adalah shalatnya. Sebagaimana Firman Allah dalam Al  Qur’an:

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyaknya  supaya kamu beruntung. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau  permainan, mereka bubar untuk menuju kepadaNya dan mereka tinggalkan  kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah  adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah sebaik-baik pemberi rezki” (Q.S Al Jumu’ah (62):10-11)

Dengan demikian, sesibuk-sibuknya urusan dagang, urusan bisnis dan  atau urusan jual beli yang sedang ditangani –sebagai pedagang Muslim–  janganlah pernah sekali-kali meninggalkan shalat. Lantaran Allah SWT masih memberi kesempatan yang sangat luas kepada kita untuk mencari  dan mendapatkan rejeki setelah shalat, yakni yang tercermin melalui  perintah-Nya; bertebaran di muka bumi dengan mengingat Allah SWT banyak- banyak supaya beruntung.

5. Murah Hati

Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW menganjurkan agar para pedagang  selalu bermurah hati dalam melaksanakan jual beli. Murah hati dalam  pengertian; ramah tamah, sopan santun, murah senyum, suka mengalah, namun tetap penuh tanggungjawab.

Sabda Rasulullah SAW:

“Allah berbelas kasih kepada orang yang murah hati ketika ia menjual, bila membeli dan atau ketika menuntut hak”. (HR. Bukhari)

“Allah memberkahi penjualan yang mudah, pembelian yang mudah,  pembayaran yang mudah dan penagihan yang mudah”. (HR. Aththahawi)

6. Tidak Melupakan Hari Akhir

Jual beli adalah perdagangan dunia, sedangkan melaksanakan kewajiban  Syariat Islam adalah perdagangan akhirat. Keuntungan akhirat pasti  lebih utama ketimbang keuntungan dunia. Maka para pedagang Muslim sekali-kali tidak boleh terlalu menyibukkan dirinya semata-mata untuk  mencari keuntungan materi dengan meninggalkan keuntungan akhirat.

Sehingga jika datang waktu shalat, mereka wajib melaksanakannya sebelum habis waktunya. Alangkah baiknya, jika mereka bergegas bersama-sama melaksanakan shalat berjamaah, ketika adzan telah dikumandangkan. Begitu pula dengan pelaksanaan kewajiban memenuhi  rukun Islam yang lain. Sekali-kali seorang pedagang Muslim hendaknya
tidak melalaikan kewajiban agamanya dengan alasan kesibukan perdagangan.

Sejarah telah mencatat, bahwa dengan berpedoman kepada etika  perdagangan Islam sebagaimana tersebut di atas, maka para pedagang  Arab Islam tempo dulu mampu mengalami masa kejayaannya, sehinga mereka dapat terkenal di hampir seluruh penjuru dunia.

(Sumber: Al ‘Amal Fil  Islam karya Izzuddin Khatib At Tamimi (terj.) Bisnis Islam, alih bahasa H. Azwier Butun, Penerbit PT Fikahati Aneska Jakarta)

Share

Penting: jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, join RahasiaPanas.com dan dapatkan ilmu yang jauh lebih bermanfaat lagi. Klik di sini untuk bergabung!

Posting Menarik Lainnya:

  1. Mengapa Saya Berbisnis Online
  2. Perlukah Mentor Dalam Berbisnis Online
  3. 36 Jurus Sukses Berbisnis Online

internet marketing

make money online
Posted by Haryo Hardy
make money online
44
 
make money online
Category: Online Business
Tags: ,
make money online
<br />
<b>Warning</b>:  include(/home/bledaone/public_html/haryoonline.com/wp-content/themes/make-money-gold/template-alt.php) [<a href='function.include'>function.include</a>]: failed to open stream: No such file or directory in <b>/home/bledaone/public_html/haryoonline.com/wp-content/themes/make-money-gold/single.php</b> on line <b>74</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  include() [<a href='function.include'>function.include</a>]: Failed opening '/home/bledaone/public_html/haryoonline.com/wp-content/themes/make-money-gold/template-alt.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in <b>/home/bledaone/public_html/haryoonline.com/wp-content/themes/make-money-gold/single.php</b> on line <b>74</b><br />

44 Comments to “Etika Berbisnis Online”

  1. alharits says:

    Nice article.. keep support to muslim bisnis articles

    Jual beli adalah perdagangan dunia, sedangkan melaksanakan kewajiban
    Syariat Islam adalah perdagangan akhirat. Keuntungan akhirat pasti
    lebih utama ketimbang keuntungan dunia .—-> 101 % agree.

    Tetep istiqomah akh ya..
    jazakumullah khair atas panduannya…

  2. Haryo Hardy says:

    @ alharits

    ya betul, dagang apa pun harus jujur dan tentunya professional :-)

  3. Adib says:

    Yap. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana – mana

  4. Bener banget mas….. inti dari etika berdagangkan “Laa tdzlimuun wa Tudzlamuun”

    betul tidak….

    http://promobisnisonlinehalal.blogspot.com

    Semangat Mas,,, Semangat Untuk Maju =)

  5. Satu loh mas,,,yang membuat saya lebih memilih program reseller uangpanas.com….yaitu sosok mas Haryo yang meyakinkan saya kalo ini bukan program penipuan…dan bukan dari kata-kata yang tersedia di home uangpanas.com (wah jadi ngaku nih =) )

    Mudah2han keikhlasan kita dalam memberikan informasi mendapat ridhoNya ya mas… =)

  6. Abdillah says:

    Wah saya dong kalo gitu dengan saya, saya juga ikutan reseller bisnis uangpanas.com karena melihat sosok Mas Haryo, melihat foto dan membaca sales letternya saya langsung yakin kalo mas haryo itu orang yang bisa dipercaya kata-katanya.

    Karena saya sebenarnya sudah mengenal PTC, Affiliasi dan sejenisnya waktu saya duduk di bangku kuliah dulu tahun 2000-an. Tapi waktu itu memang belum mikir bisnis. Itu salah satu yg membuat saya agak menyesal… kenapa gak mulai dari dulu. :) :)

  7. gitaayu says:

    yes….uang memang panas, tetapi ditangan orang yang jujur , panas menjadi barokah dan ’sejuk’…Mas aku di bimbing ya biar jadi profesional bisnis online yang sukses, dan menjadi ‘ saluran berkat’ bagi semua umat manusia…….

  8. Dolpin says:

    Salam kenal, mas Haryo …
    Saya percaya dan ingin serius menjalankan bisnis ini, mohon petunjuknya. Terima kasih Wassalam,
    DOLPIN

  9. AZIS says:

    Assalam,alaikum. Wr.Wb
    Mas..Haryo saya ini baru gabung dibisnis online ini, bagaimana agar saya lebih semangat unutk bisnis online ini? Oh ya dalam Islam bisnis itu harus jujur karena jujur mnandakan pribadi yang amanah sehingga mampu memberikan sesuatu kepada orang lain dengan sebaik-baiknya. ..terima kasih kepada mas haryo yang telah mengajak saya join dibisnis ini mudah2an banyak keberkahannya buat kita semua..Amin.. terima kasih..wasssalam.,,Adhoen.

  10. HASNAH says:

    Assww Nak Haryo. Saya muslimah Insya Allah ingin terpelihara Ibadah karena Allah. Tentu saya sangat mendukung bisnis Ekonomi Syari’ah. Disamping itu saya memang mencari bisnis kaum muslimah yang dapat dilakukan dirumah. Nggak keluar rumah agar terjaga dari fitnah. Insya Allah mau disebarluaskan. Namun saya masih harus belajar dari Nak Haryo. Mengingat kita akan dimintai pertanggung jawaban akhirat dari perkataan dan perbuatan kita. Agar jangan salah kaprah mohon Ibu Ana dituntun ya? Bisnis online sudah saya coba ikuti dari tahun 2004 yaitu e.commerce. Sudah 4 perusahaan semua gagal sampai batas mereka-mereka yang tidak punya hati nurani menghilang. Awal bergabung sudah pasti ratusan ribu bahkan jutaan. Kasian kita yang di lapangan punya niat soailaisasi di masyarakat jadi cacat hukum karena dikira kita yang menipu. Padahal kita juga korban kan? Namun saya masih terus mencari bisnis online yang bernafas Syar’i. Allah beri petunjuk dan hidayah, Alhamdulillah nongkrong gak sengaja di Nak Haryo. Bagus ya judul uangpanas. Bikin penasaran. Ada hawa segar di panasnya. Beda dengan hal lain yang panas buat goncang IMAN. Saya punya NIAT ingin cari biaya naik HAJI. Kalau dapat dari sini, Insya Allah Nak Haryo dapat MABRUR nya kan? Semoga Allah beri berkah kepada kita. Barokallahu fiik. Amin

  11. mashadi says:

    good .. good … good ….
    Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘alaa aalhi washohbihi ajma’in ….
    Jangan lupa beramal ya Mas Haryo … 2 1/2 % untuk fakir miskin dan anak yatim ….
    Saya jadi mulai tertarik nih dengan bisnis online …. tapi ntar ya Mas Haryo … saya harus cari pinjaman duit dulu nih … sekarang lagi cupet nih mo buat beli susu untuk 2 anak saya yang masih balita ……
    Saya pasti ikut deh … tapi plis sy mohon waktunya Mas Haryo untuk membimbing saya …
    Trims.
    Mashadi, Yogyakarta

  12. Taufiq says:

    Tidak bisa saya katakan selain luar biasa, menyentuh qolbu. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita semua, kalau kaya jangan lupa untuk kaum miskin. Banyak yang miskin ilmu, miskin harta apalagi miskin iman. Semoga Allah memberikan rahmad dan keberkahan untuk kita semua.

  13. hadait says:

    alhamdulillah…walaupun teknologi sdh cangkih tapi tuntunan agama gk hilang, 1000000000000………% setuju dgn articlenya…slm knal tuk mas haryo….

  14. udin says:

    ini sungguh informasi yang sangat bagus, terutama buat kita sebagai umat islam. dimana semua peraturan mengenai hukum jual-beli sudah diatur dalam Al-Qur’an, jadi kita sebagai umat islam harus terpacu dari Al-Qur’an dan Al-Hadits.

  15. Supratman says:

    ya….
    prinsip bisnis dalam islam adalah ta’awun….,
    saling berbagi dan saling memberi kebaikan yang didasari atas dasar, ta’awanu ‘alal birri wattaqwa wala ta’awanu ‘alal itsmi wal’udwan
    betul ga mas Har….
    sukses untuk semua teman-teman yang sedang merintis bisnis di UP…

  16. isnaini says:

    great post, pak!
    Alhamdulillah…bangga aja ngeliat ada pengusaha muslim yang masih mau berdagang secara islami.
    jujur aja, waktu ngeliat web promosi produk uang panas, aku tertarik beli karena ada kata HALAL dalam kalimat promosinya.
    bikin hati jadi lebih tenang gitu…
    sukses buat uangpanas!

  17. MeiS says:

    Alhamdulillah… Saya juga mencoba memulai dengan ‘Nawaitu’ yang iklas untuk berjualan di dunia maya ini. Mohon do’anya dari semua.

  18. Abdurrahim says:

    Assalamu’alaikum. Yupzsss… memang bisnis harus jujur dan bertangungg jawab…dan saya yakin bisnis yang jujur akan membawa kemaslahatan dan kebahagiaan. saya juga pebisnis pemula masih harus banyak belajar sebanyak banyaknya. mohon doa dan sarannya, terima kasih.
    Sukses buat uangpanas.com
    wassalamu’alaikum

  19. Muhammad Safni says:

    Assalamu’alaikum w. w…
    Alhamdulillah. Pertama saya ingin berdoa” Semoga Saya dan Mas Haryo tidak tergelincir setelah diberi petunjuk oleh Allah Swt Amin…” Kedua saya ingin bertanya, bagaimana saya bisa memulai usaha bisnis online? (sementara ilmu saya tentang dunia internet sangat minim.) Ketiga saya ingin menyampaikan bahwa saya baru berhenti dari dunia kontraktor dengan kondisi pailit, karena selama ini uang berlimpah yang saya dapat adalah dengan cara yang sangat bertentang seperti apa yang Mas Haryo uraikan dalam naskah di atas.
    Mudah-mudahan kita termasuk orang yang mendapat petunjuk, taufik, hidayah, rahmat dan karomah serta inayah dari Allah SWT. Amin (Ir. Muhammad Safni Ibr (Hp, 081371920307)

  20. aziza says:

    TOP, bgt. thanks ya m@s :) udah meningatkan.

  21. bisnispasti says:

    Wah salut ama Mas Haryo, blognya juga muat artikel keagamaan. Biar hanya copy paste dari blog lain, toh nilai dan manfaatnya sama. Pemilik artikel asli dan Mas Haryo sama-sama berdakwah. Semoga semuanya dapat ridha Allah SWT. Aminnn…

  22. MAPPIASE says:

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
    Wah bagus juga da’wahnya semoga jadi rujukan kita semua dalam berbisnis .. Amin
    Makasih Mas Haryo, salam penuh persahabatan dan semua komunitas enterpreneur bisnis online.

  23. aribat says:

    Alhamdulillah… GOOO, Wake up

  24. chandra says:

    Assalamualaikum Wr.WB Subhanallah Mas haryo artikelnya sangat bagus, mas haryo ini cerdas dalam membuat postingan-postingan yang mengandung manfaat, meskipun postingan diatas bukan bersumber dari mas haryo sendiri tetapi pengolahan kata kata yang bisa membuat para pebisnis online / internet marketer, terutama para anggota uangpanas.com semakin yakin dalam bisnis ini, dan yang belum ikut menjadi tertarik untuk ikut.
    Salut buat mas haryo anda seorang internet marketer yang handal….
    Wasalammualaikum Wr. Wb

  25. alkaml says:

    setuju, sangat setuju. insyaallah

  26. kiki says:

    Trima kasih atas semua pembelajara yang mas Prabowo berikan .
    oh ya hampir lupa, mohon maaf atas semua kesalahan yang di atau tidak sengaja tulisan yang berkena di hati mas, agar kita dapat menyambut datangnya bulan romadan .

  27. effan setiawan says:

    I like it. kita mesti jujur dlam segala hal baik itu jujur di mulut dan juga jujur pada hati kita.
    salam kenal buat mas haryo.

  28. iwan says:

    benar..kejujuran dan rendah hati dan segalanya yang pak haryo tuliskan merupakan hal yg sangat baik,semoga bisnis UP bisa terus berjalan dengan lancar,MERDEKA>>>

  29. Cherry says:

    Saya senang membaca 6 prinsip bisnis Mas Haryo. itu hal langka bagi setiap pebisnis masa kini, apapun agamanya. Karena 6 prinsip bisnis Mas Haryo bukan hanya kejayaan dan keberhasilan di dunia, tetapi juga diingatkan agar tidak melupakan Hari Akhir, segala bisnis kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, Mas Haryo lebih menekankan moralitas berbisnis, maka saya setuju banget Mas. Jujur, Tanggungjawab, Tidak menipu, menepati janji, murah hati, tidak melupakan Hari Akhir. Hal ini sesuai dengan Agama saya, Oke, diel, yeah………

  30. jamaludin.SH.,MH. says:

    Ass..
    Tulisan anda sdh sy baca secara seksama.Prinsipnya sy setuju dgn konsep yg anda paparkan.

  31. Taviv says:

    Thank mas Haryo atas supportnya….Sukses selalu

  32. Slamet says:

    6 prinsip yang bisa mengantarkan kita semua sukses di dunia dan sukses di akhirat, amin, amin yaa robbal aalamiin.

  33. roni says:

    terima kasih atas informasi-informasinya semoga kita bisa meraih sukses dengan ridho Allah SWT amin..

  34. Nurkholis AM says:

    Luar biasa. sepakat semoga saya seperti yang di tulis

    Nurkholis
    http://www.clubdbs.com/?info=bisnisuntung

  35. Gunadi says:

    Alhamdulillah…artikelnya sangat bermanfaat sekali, semoga kita semua berada dalam lindungan Allah..dari hal-hal yang tidak dibenarkan berbisnis di jalan Allah…Amin

  36. agus fauzinur says:

    leres pisan kang

  37. sutrisno says:

    sangat setuju mas dengan artikelnya, beberapa hari lagi mau gabung di UP, mohon do’a semuanya anak kedua saya akan lahir semoga selamat tiada halangan apapun…amien

  38. eko setio sucahyo says:

    artikel anda pas buat saya. saya mau gabung di jaringan anda. caranya bgmana?

  39. dinov says:

    Begitulah.. cara berbisnis Rasullah SAW..
    syukron akh..

  40. kaliputu says:

    mudah mudahan generasi muda kita banyak yang kayak bung haryo insyaallah indonesia jaya.

  41. Mr. G_NDHONK says:

    Ok buanget mas artikelnya, aku sangat setuju… and harus ditambah gan kalo dapat rejeki dizakati buat saudara-saudara kita yang fakir n miskin

  42. ahmad says:

    aduh sngnt menggugah sekali bacaan’y,,,sampai sampai Q lagi jaga warnet bpikir bener juga klo berdagang itu harus d barengin dengn ibadah,,,,,,bagus sekali ini pengetahuan,,,,,terimakasih mas y,,,,,,,,

  43. Abdul Mu'thy says:

    Barakallahu Fikum, Ana Uwafiqu Maákum

Leave a Reply

internet marketing

 
make money online
Haryo Hardy P
Real Results Marketer


Berbisnis di internet adalah sebuah fenomena "ajaib" abad 21, di mana sebuah bisnis tidak lagi terikat ruang dan waktu.

It's cool, it's fun, it's profitable, it's easy.

Kesuksesan Dimulai Dengan Keberanian.
make money online

Name

Email

Kami tidak akan melakukan spam.
make money online
make money online
Powered by WordPress, Pingability and HostGator.
 
Supported by Make Money Journey